Proses
pengolahan susu kental manis mengalami beberapa tahapan yaitu penyaringan,
standarisasi, pasteurisasi, homogenisasi, evaporasi atau penguapan kadar air
dan pengemasan.
1. Penyaringan Mula-mula dilakukan penyaringan pada susu
segar dengan menggunakan kain kasa yang mempunyai pori-pori berukuran kecil.
Tujuan dilakukan penyaringan adalah untuk memisahkan susu dari bahan-bahan lain
yang tidak diinginkan yang tercampur di dalam susu dan untuk menghilangkan
kotoran dari susu, tetapi secara material tidak mereduksi kandungan bakteri.
2. Standarisasi Setelah susu segar disaring, perlu
ditambahkan gula ke dalam susu dengan perbandingan antara gula dan susu segar
adalah 40 : 60.
3. Pasteurisasi Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk
membunuh mikroba pathogen serta menstabilkan susu terhadap pengentalan selama
penyimpanan produk jadi, pasteurisasi dilakukan ada dua cara yaitu ‘holding
method’ memanaskan suhu 60C selama 30 menit dan ‘high temperatur short time’
memanaskan susu pada suhu 71,70C dan 750C selama 15-16 detik.
4. Homogenisasi Homogenisasi adalah suatu proses yang
dilakukan untuk menyeragamkan ukuran globula-globula lemak besarnya 2–20 mikron
agar mencegah pemisahan lemak pada proses selanjutnya dan menghindari
terbentuknya lapisan krim yang terjadi bila susu didiamkan. Homogenisasi dapat
dilakukan dengan melakukan pengadukan dengan kecepatan tinggi pada suhu yang
tinggi pula. Homogenisasi secara sederhana, dapat dilakukan dengan menggunakan
mixer atau blender. Susu yang telah siap dihomogenisasi, sebaiknya dijaga suhunya
agar berkisar 500C.
5. Evaporasi Proses evaporasi susu dilakukan pada suhu
sekitar 770C, sampai mencapai rasio 2,5 : 1,0 yaitu 2,5 kg campuran susu dan
gula di evaporasi menjadi 1 pon evaporasi dilakukan terus menerus sampai tota
bahan kering susu yang diinginkan tercapai.
6. Pendinginan dan kristalisasi Setelah proses evaporasi
kemudian susu didinginkan secepatnya pada suhu 26 – 300C. Proses pendinginan
secara cepat tersebut bertujuan untuk membentuk larutan jenuh dan bebas
kristalisasi laktosis. Jika tidak dilakukan pendinginan secara cepat, biasanya
akan terbentuk inti laktosa. Inti laktosa ini akan tumbuh menjadi kristal yang
berukuran makroskopis yang cukup keras dan terasa kasar yang akan menimbulkan
rasa seperti pasir yang dapat mengurangi mutu produk susu.
Pengemasan Susu kental manis harus dibungkus dalam
wadah utama misalkan kaleng, kemudian bila diperlukan baru dipak dalam wadah
kedua yang biasanya ditujukan untuk memudahkan pengangkutan dan wadah utama
harus bersifat non toksik dan inert sehingga tidak terjadi reaksi kimia yang
dapat menyebabkan perubahan warna, flavor dan perubahan-perubahan lain. susu
kental manis biasanya dikemas dalam kaleng steril yang berisi 350 – 400 gram.
Demikian sekilas informasi mengenai proses pembuatan susu kental manis, semoga informasi
ini dapat bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar