Kamis, 27 April 2017

Proses Pengolahan Susu UHT



Pada proses pengolahan susu UHT ada 2 macam tipe pemanasan, yaitu tipe pemanasan langsung (direct heating) dan tipe pemanasan tidak langsung (inderect heating). Pada tipe pemansan langsung terjadi pencampuran antara susu dan uap panas, baik dalam bentuk injeksi uap panas pada susu ataupun injeksi susu kedalam uap panas. Pada tipe pemanasan tidak langsung tidak terjadi kontak antara uap panas dengan susu, biasanya banyak digunakan pada berbagai jenis “Plate Heat Exchange” (PHE), alat yang digunakan untuk proses UHT misalnya otoklaf (apabila kapasitasnya kecil) dan retort (apabila kapasitasnya besar).

Proses pemanasan UHT biasanya dilakukan dengan pemanasan sampai temperatur 1400C selama tidak kurang dari empat detik. Beberapa tahap proses pengolahan susu UHT yang sering diterapkan di industri pengolahan susu antara lain meliputi: pencampuran (mixing), termisasi, pasteurisasi, homogenisasi, sterilisasi, regenerasi, dan pengisian (filling).

1.    Penerimaan Bahan Baku
Penerimaan bahan baku merupakan titik kendali kritis (CCP), karena akan mempengaruhi keamanan produk akhir. Pada penerimaan bahan baku untuk susu segar terdapat tiga titik kendali kritis. Bahaya yang mungkin terjadi adalah penyimpangan terhadap spesifikasi bahan baku. Dalam hal ini bahaya fisik dapat diabaikan karena disamping masih ada proses selanjutnya untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya, dilakukan juga pengawasan terhadap mutu bahan baku yang datang oleh Departemen Logistik dan Departemen QC. Penyimpangan yang terjadi yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah adanya bahaya kimia yaitu residu pestisida dan residu antibiotic serta bahaya mikrobiologi yaitu adanya cemaran mikroba. Untuk mencegah bahaya tersebut maka dilakukan pengawasan terhadap bahan baku. Pengawasan bahan baku yang dilakukan adalah pengujian visual, mikrobiologi, kimia dan fisik dan penetapan spesifikasi bahan baku dengan benar yaitu dilakukan pengontrolan terhadap pemasok (supplier).

2.    Tahap “mixing”
Tahap “mixing” merupakan tahap awal dari proses pembuatan susu UHT. Pada tahap ini dilakukan pencampuran susu dengan bahan penunjang seperti gula, bahan penstabil (stabilizer), bahan pemberi cita rasa (flavor) dan pewarna.

3.    Termisasi
Setelah tahap “mixing”, proses pembuatan susu UHT dilanjutkan dengan tahap termisasi atau pemanasan awal. Tahap termisasi merupakan tahap dimana susu dipanaskan pada suhu rendah sebelum di pasteurisasi. Pada tahap ini susu mulai dipanaskan hingga suhu sekitar 650C dalam waktu beberapa detik.

4.    Pasteurisasi
Tahap pasteurisasi pada proses pembuatan susu UHT adalah dengan jalan memanaskan susu pada suhu sekitar 80 – 900C selama beberapa detik. Tujuan dari pasteurisasi adalah untuk membebaskan susu dari mikrobia patogen sehingga susu aman untuk dikonsumsi. Pasteurisasi juga dimaksudkan untuk menurunkan jumlah total mikrobia khususnya yang merugikan sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk susu tersebut.

5.    Homogenisasi
Setelah pasteurisasi susu selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah homogenisasi. Proses homogenisasi susu dilakukan pada tekanan sekitar 2900 psi. Proses homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula – globula lemak susu.

6.    Sterilisasi
Tujuan utama sterilisasi adalah membunuh seluruh bakteri baik pathogen maupun non pathogen dan menurunkan jumlah spora bakteri agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa pendinginan. Pada tahap ini susu homogen yang dihasilkan setelah homogenisasi kemudian diteruskan ke PHE (“Plate Heat Exchange”) dan dipanaskan pada suhu 135 – 1400C selama 3 – 5 detik. Proses sterilisasi merupakan pemanasan utama (main heating) pada pembuatan susu UHT. Sterilisasi UHT menyebabkan kehilangan sejumlah vitamin C, asam folat, vitamin B12 dan kira – kira 20% tiamin serta menyebabkan denaturasi protein – protein serum sampai 70%, terutama hemoglobin. Denaturasi protein – protein yang mudah larut menyebabkan susu berwarna lebih putih.

7.    Regenerasi
Setelah susu dipanaskan melalui proses sterilisasi, kemudian susu segera didinginkan melalui tahap regenerasi. Pada tahap ini suhu susu diturunkan hingga suhu 280C.

8.    Pengisian (aseptic filling )
Tahap terakhir dari proses pembuatan susu UHT adalah susu steril yang dihasilkan segera dikemas melalui tahap “filling” kedalam wadah yang disediakan dan telah disterilkan. Wadah utama yang digunakan harus melindungi produk dari kontaminasi, memantapkan kandungan air dan lemaknya, mencegah bau dan benturan, memudahkan transportasi atau pengangkutan dan lain – lain.

1 komentar:

  1. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,
    (Tommy.k)
    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com
    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri
    Rust remover

    BalasHapus