Pada proses pengolahan susu UHT ada 2
macam tipe pemanasan, yaitu tipe pemanasan langsung (direct heating) dan tipe
pemanasan tidak langsung (inderect heating). Pada tipe pemansan langsung
terjadi pencampuran antara susu dan uap panas, baik dalam bentuk injeksi uap
panas pada susu ataupun injeksi susu kedalam uap panas. Pada tipe pemanasan
tidak langsung tidak terjadi kontak antara uap panas dengan susu, biasanya
banyak digunakan pada berbagai jenis “Plate Heat Exchange” (PHE), alat yang
digunakan untuk proses UHT misalnya otoklaf (apabila kapasitasnya kecil) dan
retort (apabila kapasitasnya besar).
Proses pemanasan UHT biasanya dilakukan dengan
pemanasan sampai temperatur 1400C selama tidak kurang dari empat
detik. Beberapa tahap proses pengolahan susu UHT yang sering diterapkan di
industri pengolahan susu antara lain meliputi: pencampuran (mixing), termisasi,
pasteurisasi, homogenisasi, sterilisasi, regenerasi, dan pengisian (filling).
1.
Penerimaan Bahan Baku
Penerimaan bahan baku merupakan
titik kendali kritis (CCP), karena akan mempengaruhi keamanan produk akhir.
Pada penerimaan bahan baku untuk susu segar terdapat tiga titik kendali kritis.
Bahaya yang mungkin terjadi adalah penyimpangan terhadap spesifikasi bahan
baku. Dalam hal ini bahaya fisik dapat diabaikan karena disamping masih ada
proses selanjutnya untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya, dilakukan juga
pengawasan terhadap mutu bahan baku yang datang oleh Departemen Logistik dan
Departemen QC. Penyimpangan yang terjadi yang dapat membahayakan kesehatan
manusia adalah adanya bahaya kimia yaitu residu pestisida dan residu antibiotic
serta bahaya mikrobiologi yaitu adanya cemaran mikroba. Untuk mencegah bahaya
tersebut maka dilakukan pengawasan terhadap bahan baku. Pengawasan bahan baku
yang dilakukan adalah pengujian visual, mikrobiologi, kimia dan fisik dan
penetapan spesifikasi bahan baku dengan benar yaitu dilakukan pengontrolan
terhadap pemasok (supplier).
2. Tahap
“mixing”
Tahap
“mixing” merupakan tahap awal dari proses pembuatan susu UHT. Pada tahap ini
dilakukan pencampuran susu dengan bahan penunjang seperti gula, bahan penstabil
(stabilizer), bahan pemberi cita rasa (flavor) dan pewarna.
3. Termisasi
Setelah
tahap “mixing”, proses pembuatan susu UHT dilanjutkan dengan tahap termisasi
atau pemanasan awal. Tahap termisasi merupakan tahap dimana susu dipanaskan
pada suhu rendah sebelum di pasteurisasi. Pada tahap ini susu mulai dipanaskan
hingga suhu sekitar 650C dalam waktu beberapa detik.
4. Pasteurisasi
Tahap pasteurisasi
pada proses pembuatan susu UHT adalah dengan jalan memanaskan susu pada suhu
sekitar 80 – 900C selama beberapa detik. Tujuan dari pasteurisasi
adalah untuk membebaskan susu dari mikrobia patogen sehingga susu aman untuk
dikonsumsi. Pasteurisasi juga dimaksudkan untuk menurunkan jumlah total
mikrobia khususnya yang merugikan sehingga dapat memperpanjang daya simpan
produk susu tersebut.
5. Homogenisasi
Setelah
pasteurisasi susu selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah homogenisasi.
Proses homogenisasi susu dilakukan pada tekanan sekitar 2900 psi. Proses
homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula – globula lemak
susu.
6. Sterilisasi
Tujuan utama
sterilisasi adalah membunuh seluruh bakteri baik pathogen maupun non pathogen
dan menurunkan jumlah spora bakteri agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu
yang lama tanpa pendinginan. Pada tahap ini susu homogen yang dihasilkan
setelah homogenisasi kemudian diteruskan ke PHE (“Plate Heat Exchange”) dan
dipanaskan pada suhu 135 – 1400C selama 3 – 5 detik. Proses
sterilisasi merupakan pemanasan utama (main heating) pada pembuatan susu UHT.
Sterilisasi UHT menyebabkan kehilangan sejumlah vitamin C, asam folat, vitamin
B12 dan kira – kira 20% tiamin serta menyebabkan denaturasi protein – protein serum
sampai 70%, terutama hemoglobin. Denaturasi protein – protein yang mudah larut
menyebabkan susu berwarna lebih putih.
7. Regenerasi
Setelah susu
dipanaskan melalui proses sterilisasi, kemudian susu segera didinginkan melalui
tahap regenerasi. Pada tahap ini suhu susu diturunkan hingga suhu 280C.
8. Pengisian (aseptic
filling )
Tahap
terakhir dari proses pembuatan susu UHT adalah susu steril yang dihasilkan
segera dikemas melalui tahap “filling” kedalam wadah yang disediakan dan telah
disterilkan. Wadah utama yang digunakan harus melindungi produk dari
kontaminasi, memantapkan kandungan air dan lemaknya, mencegah bau dan benturan,
memudahkan transportasi atau pengangkutan dan lain – lain.
Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.
BalasHapusSalam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Degreaser & Floor Cleaner Plant
Oli industri
Rust remover